Home » 10 Dosa Besar

10 Dosa Besar

Carilah penyebab kesusahan hidup, dari dalam diri kita sendiri. Dan carilah penyebab semua penderitaan yang kita rasakan, dari dalam kita sendiri. Penyebab yang paling banyak dan yang paling utama adalah biasanya dari diri kita sendiri.

Perbuatan buruk pasti akan menuai keburukan. Sedang perbuatan baik pun akan menuai kebaikan. Hanya kadang kita perlu membuka mata, di bagian kehidupan yang mana ia tumbuh menjadi buah. Berbuah baik kah? Atau berbuah buruk yang sering saudara alami?

Filosofi Genteng Bocor

Filosofi Genteng Bocor

Masih ingat filosofi genteng bocor ?

Setiap kali hujan, lantainya basah.
Terus dilap, dipel, kita ga ngecek lagi nih, apa sebab lantainya basah. Pokoknya dilap, dipel terus, setiap lantainya basah.

Kira-kira begitulah kehidupan kita. Penyebabnya belum ketemu, sedikit-sedikit masalah, sedikit-sedikit musibah. Yang begini nih kudu diperiksa, dicek, apa sebab dari masalah yang menimpa kita.

Penyebab utama itu dosa.
Baik dosa yang disadari ataupun dosa ga disadari. Mesti dicek, mungkin ada 10 dosa besar yang masih nyangkut di dalam diri kita, yang kemungkinan menjadi penyebab dari permasalahan yang kita alami.

10 DOSA BESAR

10 DOSA BESAR

Jenis dosa itu memang banyak, tetapi ada 10 dosa besar dimana 10 dosa itu bisa menghambat bahkan bisa menghancurkan saudara punya karir, usaha, jodoh, keturunan, dan rumah tangga.

1. Syirik = batu cincin, bisa jadi hiasan, bisa jadi syirik
2. Melalaikan shalat
3. Durhaka/Melawan orang tua
4. Berzina
5. Memakan Rizki haram
6. Meminum minuman yg memabukkan
7. Memutuskan silaturrahim/hubungan keluarga atau kerabat
8. Berbohong/saksi palsu/menuduh berzina, Riya’/pamer
9. Pelit/kikir
10. Ghibbah/ngomongin orang

Ilmu ini dipake buat kita, jangan sampe masalah yang kita alami, berlarut-larut dan cenderung itu bukan ujian yang didapat melainkan azab dari Allah. Ampunan atau Kemarahan-Nya adalah dua pilihan yang harus kita pilih, sebelum akhirnya kematian membuat kita tak bisa memilih.

Part I - Syirik (Menyekutukan Allah)

Part I - Syirik (Menyekutukan Allah)

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, Dia mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia berbuat dosa yang besar.” (Q.S. An-Nisa’ [4]: 48)

“…Orang-orang yang meminta pelindung selain Allah (syirik) berkata : ‘kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereke mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya’. Sesungguhnya Allah akan memutuskan diantara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menujuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” (Q.S. Az-Zumar [39] : 3)

Waspadai dosa syirik saudaraku, kadang kita tidak sengaja mempersekutukan Allah. Mungkin ada diantara kita yang seringkali menuhankan tuhan selain Allah, bisa saja kita menuhankan uang, pekerjaan, mobil, atau apapun yang kita anggap penting, melebihi pentingnya kita kepada Allah. Atau yang jelas saja, seperti minta pertolongan dukun, jimat, dll. Padahal ada yang lebih dahsyat lagi pertolongannya, yaitu ALLAH.

Part II - Melalaikan Shalat

Part II - Melalaikan Shalat

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat, Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Al-Baqarah [2] : 2-5)

“… Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Ankabut [29] : 45)

“Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan bersedekah.” (Q.S. Al-Maa’ uun [107] : 4-7)

“kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun. “ (Q.S. Maryam [19] : 60)

Pengen hidup makmur, rezki dilancarkan, jodoh, pekerjaan, rumah, mobil atau yang mau jadi pengusaha, dan semuanya dah, Allah akan hadirkan semuanya untuk saudara bagi yang mau melaksanakan perintah Allah yaitu Shalat, tepat waktu, dan demen di mesjid. Allah demen…

Part III - Melalaikan Shalat 2

Part III - Melalaikan Shalat 2

Shalat itu adalah tiang atau pondasi kehidupan kita kepada Allah. Pondasi keseluruhan jiwa. Pondasi seluruh amal perbuatan. Pondasi rizki. Pondasi jodoh. Pondasi rumah tangga sakinah. Pondasi hajat dan doa dikabulkan. Pondasi untuk mendekatkan kita kepada Allah. Pondasi rukun Islam. Semuanya ada di dalam shalat. Semakin kita khusyu, semakin kita dekat dengan Allah, maka Allah akan hadirkan kemudahan-kemudahan yang kita butuhkan.

“Dan mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu.” (Q.S. Al-Baqarah [2] : 45)

“Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia, dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya dan kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.” (Q.S. Qaaf [50] : 16)

Jangan sampe kita lalaikan shalat, mengundur-undur waktu shalat, bahkan dengan sengaja mengqodho shalat hanya karena urusan dunia, hanya urusan pekerjaan, yang membuat kita banyak alasan kepada Allah. Marilah kita dirikan shalat, yang khusyu, tepat waktu, sehingga Yang mempunyai dunia ini, yaitu Allah, ridho dengan kita punya urusan dunia.

Part IV - Melalaikan Shalat 3

Part IV - Melalaikan Shalat 3

“Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya amalan yang mula-mula dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya, jika baik sungguh beruntung dan selamat. Namun jika buruk, sungguh ia telah menyesal dan rugi.” (H.R. Ahmad dan Tirmidzi)

Andaikata waktu shalat itu seperti jam masuk kantor, sedangkan saudara telat, apa ga marah tuh yang punya kantor? Nah ini Allah, yang punya segala-galanya, yang mempunyai apa yang saudara miliki, sedangkan Allah manggil dengan datangnya waktu shalat, saudara asyik-asyikan aja dengan sengaja menunda untuk shalat, apa ga marah Allah? kalo Allah sudah marah, sakiitt bos.. bisa-bisa Allah ambil lagi apa yang saudara miliki. Usaha bangkrut, rumah tangga berantakan, karir amburadul. Allah tuker dengan namanya Azab.

Balasan bagi orang yang shalatnya baik, khusyu, dan dengan tidak sengaja menunda waktu apa? “Dan orang-orang yang memelihara shalatnya, mereka itulah berada di surga-surga lagi dimuliakan.” (Q.S. Al-Maa’rij : 34-35)

Pembukanya adalah taubat nasuha, taubat yg sebenar benarnya, Insya Allah nanti dihapus dosanya dan diberi Allah surganya, surga buat pengusaha ya tembus tender proyekna, surga buat yang belum ada jodoh ya datang jodohnya, surga buat yang ga punya mobil jadi punya mobil, bukankah itu surga? Temukan penyebanya, dengan perbaiki shalat kita.

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda: “Apa pendapat kalian jika ada sungai di depan pintu, salah seorang diantara kalian mandi di dalamnya 5X sehari, apakah masih tersisa sesuatu kotoran dari dirinya? Mereka berkata: Tidak tersisa sedikit kotoranpun ya Rasulullah. Rasulullah bersabda: Demikianlah perumpamaan shalat 5 waktu dimana Allah telah menghapus segala kesalahan-kesalahannya.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Part V - Durhaka kepada orang tua

Part V - Durhaka kepada orang tua

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Q.S.Al-Ahqaaf [46] : 15)

Sadarkan diri kita untuk menghindarkan diri dari perilaku durhaka kepada orang tua, tidak patuh dan membuat mereka berdua marah karena hal itu akan mendatangkan murka Allah sehingga kita mengalami kerugian baik di dunia maupun di akhirat.

”…janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ”ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : “Wahai Rabb-ku, kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” ( QS. Al-Isra: 23-24)

Ridho Allah, ridhonya orang tua.

Part IV - Durhaka Kepada Orang Tua 2

Part IV - Durhaka Kepada Orang Tua 2

Ridho Allah, Ridhonya orang tua

Dalam hadis Qudsi Allah swt berfirman: “Sesungguhnya yang pertama kali dicatat oleh Allah di Lawhil mahfuzh adalah kalimat: ‘Aku adalah Allah, tiada Tuhan kecuali Aku, barangsiapa yang diridhai oleh kedua orang tuanya, maka Aku meri­dhainya; dan barangsiapa yang dimurkai oleh keduanya, maka Aku murka kepadanya.” (Jâmi’us Sa’adât, penghimpun kebahagiaan, 2: 263)

Berbaktilah kepada orang tua, kecuali jika keduanya menyuruh untuk menyekutukan Allah, dan bertentangan dengan hal-hal yang dimurkai Allah.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. Luqman [31] : 14-15)

Durhaka juga tidak hanya terjadi di saat orang tua kita masih hidup, tetapi bisa terjadi ketika orang tua kita telah wafat meskipun pada saat masih hidup, dia berbakti kepada keduanya. Begitupun sebaliknya.

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya ada orang yang berbakti kepada orang tuanya ketika mereka masih hidup, tetapi ia dicatat sebagai anak yang durhaka kepada mereka, karena ia tidak memohonkan ampunan untuk mereka setelah wafat. Dan sungguh ada orang yang durhaka kepada orang tuanya ketika mereka masih hidup, tapi ia dicatat sebagai anak yang berbakti kepada mereka setelah mereka wafat, karena memperbanyak istighfar (memohonkan ampunan) untuk mereka.” (Mustadrak Al-Wasâil 2: 112)

Part VII - Berzina

Part VII - Berzina

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isra’ : 32)

“…Barangsiapa yang melakukan demikian itu (berzina), niscaya dia mendapat pembalasan dosanya, yakni akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali siapa saja yang bertaubat.” (QS. al-Furqan: 68-70)

“Sesungguhnya para pezina itu akan digantung pada kemaluan mereka di neraka dan akan disiksa dengan cambuk besi. Maka jika mereka melolong karena pedihnya cambukan malaikat Zabaniyah berkata, “Ke mana suara ini ketika kamu tertawa-tawa, bersuka ria dan tidak merasa diawasi oleh Allah serta tidak malu kepada-Nya. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah beriman seorang pezina itu ketika berzina. Tidaklah beriman seorang pencuri itu ketika mencuri. Tidaklah beriman seorang yang menenggak arak itu ketika menenggaknya. Dan tidaklah beriman orang yang merampas harta yang tinggi nilainya – karenanya orang-orang memandangnya – itu ketika merampasnya.” (HR. Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda, “Wahai sekalian orang-orang Islam, takutlah kalian dari (melakukan) zina. Sungguh padanya enam ancaman; tiga di dunia dan tiga yang lain di akhirat. Yang di dunia adalah hilangnya kharisma wajah, pendeknya umur, dan kefakiran yang berkepanjangan. Adapun yang di akhirat adalah kemurkaan Allah Tabara wa ta’ala, buruknya hisab, dan adzab neraka.”

Wahai saudaraku, dimanapun Anda berada, jauhilah segala apa yang dilarang Allah, khususnya perbuatan zina yang sangat dimurkai Allah. Dengan nikmat sehat, fisik yang indah, harta yang mencukupi, jangan sampe kita tukar semua itu dengan maksiat, dengan berzina. Sehingga Allah ambil semua apa-apa yang sudah diberi. “…Dan barangsiapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya.” (Al-Baqarah : 211)

Part VIII - Berzina 2

Part VIII - Berzina 2

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.” (Q.S. Qaaf [50] : 16-17)

Ketika rasa malu sudah tidak ada lagi, apapun bisa diperbuat dengan sesuka hati. Berzina tanpa peduli bahwa Allah pun sedang melihat apa yang ia lakukan. Sudah Allah kirimkan Malaikat Atid dan Raqib saja masih lewat kita dari berbuat dosa.

Lebih baik kita datang dengan Allah gak ada apa-apa tapi juga gak ada dosa. Buat apa jabatan saudara kalo jabatan itu membuat saudara jauh dari Allah. Buat apa harta kekayaan saudara kalo harta kekayaan itu membuat saudara jauh dari Allah. Buat apa saudara bisa begini begitu kalo saudara jauh dari Allah. Maka hadiah terbesar dari Allah buat orang-orang bermasalah adalah hadirnya Allah.

“Pada hari ketika lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya.” (Q.S. An-Nuur [24] : 24-25)

Jauhi zina, jauhi maksiat kalo saudara tidak mau jadi The looser hanya karena Kufur Nikmat. Yakinlah bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang kita kerjakan. “…Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Hadiid [57] : 4)

Part IX - Berzina 3

Part IX - Berzina 3

Dikisahkan ketika sepasang suami istri mengadu kepada saya dan suaminya pun bertanya “ustad kenapa setiap istri saya hamil, keguguran, setiap hamil keguguran, ada apa dengan istri saya ustad?” hmm.. nih sepasang suami istri ternyata pada saat SMA, sudah berzina. Inilah azab yang mungkin Allah timpakan kepada mereka. Banyak-banyak istighfar dah bagi siapa yang sudah melakukannya. Minta ampun sama Allah. Supaya segala rizki tidak ditutup lagi oleh-Nya. Kemungkinan bisa jadi yang belum dapat jodoh, belum punya pekerjaan, susah punya anak, terjerumus dalam zina. Cuma diri kita yang tahu. Banyak-banyak sedekah, mudah-mudahan Allah hapus semua dosa-dosa kita dari perzinaan. Aamiin.

Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah : 271)

Rasulullah SAW bersabda, “Wahai sekalian orang-orang Islam, takutlah kalian dari (melakukan) zina. Sungguh padanya enam ancaman; tiga di dunia dan tiga yang lain di akhirat. Yang di dunia adalah hilangnya kharisma wajah, pendeknya umur, dan kefakiran yang berkepanjangan (susah dapat apa yang kita inginkan). Adapun yang di akhirat adalah kemurkaan Allah Tabara wa ta’ala, buruknya hisab, dan adzab neraka.”

Kalo sudah di dalam kubur mah selesai saudara. Dibantai sama malaikat. Mumpung masih hidup gini cepet-cepet taubat. Minta ampunn sama Allah. Semoga Allah menghapus segala dosa yang sudah kita perbuat. aamiin..

Part X - Berzina 4

Part X - Berzina 4

Boro-boro doa, bismillah aja ga sampe kalo berzina mah…
Malah Allah kasih azab sedahsyat-dahsyatnya, mungkin berupa kecelakaan, susah dapat jodoh, susah punya anak, susah dapat pekerjaan, yang punya karir jadi ancur karirnya, dan seterusnya. Biar saudara sadar, bahwa Allah sedang marah sama saudara…

Taubatlah, Mumpung masih di dunia …

Part XII - Rizki Haram

Part XII - Rizki Haram

Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada diantara hamba-sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam memiliki rezeki yang telah Kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam rezeki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri? Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal. (QS. ar-Rum [30] : 28)

Ada yang tahu maksudnya?

Makasih buat saudara yang sudah mencoba menjawab, yang diperlukan bukan bener atau salahnya, tapi proses kita untuk memahami sesuatu. Atau yang belum paham, yuk kita belajar sama-sama, tapi sebelum belajar, jangan lupa doa dulu ya, minimal bismillah dah, supaya Allah meridhoi ilmu yang sudah dan akan kita dapat. Aamiin.

Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah (kamu rela jika) ada diantara hamba-sahaya (kaum dhuafa) yang dimiliki oleh tangan kananmu (yakni hamba sahaya kamu/ kaum dhuafa, baik lelaki maupun perempuan), sekutu bagimu dalam memiliki (wewenang dan hak dari) rezeki (berupa harta kamu) yang telah Kami (yakni Allah) berikan kepadamu; sehingga (apabila rezeki hamba sahayamu/kaum dhuafa) kamu sama (setara) dengan mereka dalam (penggunaan) rezeki itu, kamu takut (dan iri dengan persamaan harta) kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri (orang merdeka/berkecukupan seperti kamu)? (sehingga kamu enggan dan tidak mau menyedekahkan harta yang sudah Allah berikan kepada kamu karena menurut kamu itu adalah hasil jerih payahmu sendiri) Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal. (QS. ar-Rum [30] : 28)

Meskipun harta yang sudah kita dapatkan itu dengan cara yang halal, namun di sisi lain kita tidak menyedekahkannya (sesuai perintah Allah di Q.S.Al-Baqarah : 254), jadilah harta itu haram bagi kita. Sehingga Allah ambil kembali harta yang sudah kita dapatkan.

Part XVII - Judi/Miras/Narkoba

Part XVII - Judi/Miras/Narkoba

Berjudi, Minum Khamar, Narkoba / semua yang merusak organ tubuh / merugikan orang lain

Yang buat Allah murka itu kebanyakan cara kita bagaimana menyikapi apa yang Allah larang. Semuanya tergantung kita, entah itu baik, ataupun buruknya diri kita. Bukan karena yang lain, yang membuat kita susah terus-terusan. Coba apa yang membuat orang menjadi miskin? Apa yang membuat orang menjadi sakit? Apa yang membuat orang menjadi masuk penjara? Semuanya berawal dari salah satu dari 10 Dosa Besar, yang tidak lain adalah berisi larangan Allah semua. Coba dah kalo apa yang Allah larang itu kita langgar? Dalam Bab ini kita khusus membahas Berjudi, Minum Khamar, Narkoba / semua yang merusak organ tubuh / merugikan orang lain. Semuanya bakal kacau, hal-hal yang mendukung norma adat istiadat mah ga laku. Berjudi? Berawal dari keuntungan, terus ketagihan, lama-lama buntung. Duit ludes, hutang bertumpuk. Minum Khamar/memabukkan? Banyak dah kasus-kasus yang disebabkan tentang itu. Contohnya, bias menewaskan 9 orang. Dahsyat bukan? Astaghfirullahal’adzhim. Narkoba? Sama. Rentetannya bias merembet ke dosa yang lain. Bisa berzina, membunuh, merampok, dan seterusnya. Bener-bener jauhin tuh yang namanya dosa, kalau hidup enten mau bener, mau nyaman, mau lurus. Kalo ga, selesai dah. Merokok? Dampaknya sih ga cepat, tapi perlahan. Perlahan tapi pasti. Kan udah ada tulisannya, cuma entenya aja yang pura-pura ga tau. Masih aja. Mungkin yang dapat menghentikannya itu yah masalah yang ada ditulisan itu.

Kata Allah, kalian mau dunia? Carilah, tapi cari dengan cara-Ku dong. Kalau kalian cari bukan dengan cara-Ku, kata Allah, juga ga usah khawatir, Aku akan bukakan pintu-pintu yang membuat Anda akan semakin senang, semakin tinggi, semakin jaya dan semakin banyak. Tapi ingat, ketika kalian sudah mencapai posisi tertentu, “sreet”, sekali tarik, selesai!

Part XVIII - Memutuskan silaturahim

Part XVIII - Memutuskan silaturahim

Dari Abi Ayyub r.a bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim tidak bertegoran dengan saudaranya (seagama) lebih dari tiga malam; mereka bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu juga berpaling, dan yang paling baik di antara mereka berdua ialah siapa yang memulai salam”. (HR. Bukhari-Muslim)

“Barangsiapa yang tidak bertegoran lebih daripada tiga (hari), lalu ia mati, maka ia masuk neraka”.(HR. Abu Daud)

“Barangsiapa yang tidak bertegoran dengan saudaranya (seagama) selama setahun maka (dosanya) seperti membunuhnya”. (HR. Abu Daud)

Ketika segala permasalahan yang kita hadapi tidak kunjung membaik, bahkan apa yang kita mohonkan kepada Allah tidak kunjung terkabul, mungkin kita ada salah sama orang. Atau kita tidak menegur dia karena kesalahannya yang membuat kita benci terhadapnya. Walaupun kita rajin shalatnya, rajin puasa sunahnya, berbuat baik terhadap orang tua, rizki dijamin halal, tapi kalo masalahnya nyangkut ke 1 dosa besar ini, di mata Allah tetap aja ga laku. Udah dah, mulai detik ini, bagi siapa yang masih punya saudara atau sahabat yang ga ada negurnya sama sekali, atau masih membekas kesalahannya sama kita, cepet-cepet dah minta maaf, walaupun sebenarnya dia yang salah.

Kata Rasulullah kepada ‘Uqbah, “Wahai ‘Uqbah, maukah engkau aku beritahukan akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling mulia? Yaitu: Menyambung silaturrahmi (hubungan kekeluargaan dan persaudaraan) dengan orang yang memutus hubungan silaturrahminya denganmu. Memberi kepada orang yang tidak mau atau tidak pernah memberimu. Memaafkan orang yang pernah mendzalimimu atau menganiayamu.” (HR. Al-Hakim)

Kenikmatan ditukar Kesengsaraan

Kenikmatan ditukar Kesengsaraan

Kebanyakan kita mentok di 4 Dosa Besar pertama, yang menjadikan kita kesulitan mempunyai apa yang kita inginkan. Atau yang sudah punya kenikmatan, malah Allah tuker dengan yang namanya kesengsaraan.

Semuanya saya doain, yang lagi kesulitan, semoga hilang kesulitannya. Yang lagi belum punya keturunan, semoga diberi Allah anak keturunan, yang sudah punya anak pengen anaknya sholeh sholeha, semoga anak sholeh sholeha.dan seterusnya. Mudah-mudahan didoain juga sama yang lagi baca ini.

Yuk sama-sama kita baca sholawat 100x, istighfar 100x (astaghfirullaahal ‘azhiim, astaghfirullaahalladzim laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih), + tasbih ( subhanallah) 100x, atau lebih bagusnya : subhaanallaahi wabihamdih, subhaanallahil ‘adzhiim. Lengkapnya : subhaanallaahi wabihamdih, subhaanallahil ‘adzhiim, ‘adada kholqih, waridho nafsih, wazinata ‘arsyih, wamidaada kalimaatih.

Yang belum sanggup 100x, 70x atau 33x, 11x, 7x atau kalo masih ga sanggup juga, 1x cukup dah. Kenapa mesti ada bilangan? Supaya kita konsisten bacanya dan terbiasa dengan memuji yang punya dunia ini, dan yang Maha mengabulkan apa yang kita pinta, yang tidak lain adalah Allah. Yuk, kita baca doa. Sambil mendoakan satu sama lainnya. Mudah-mudahan pada dikasih hati yang sabar, lapang, ridho, ikhlas, syukur. Aamiin.