Allah Melihat Kita

Posted on


Sebagaimana keyakinan kita akan adanya Allah, kita yakin pula bahwa Allah adalah Maha Melihat. Penglihatan Allah tidak terbatas pada hal-hal yang dhohir (jelas) saja, tetapi meliputi yang rahasia bahkan yang ghaib sekalipun Allah melihatnya. Kita meyakini bahwa Allah Maha Melihat tetapi sayang kita tidak selalu menyadarinya. Kalau dihitung-hitung mungkin kesadaran akan kehadiran (melihatnya) Allah akan diri jauh lebih sedikit dari pada ketidaksadaran kita. Dalam keadaan sedang beribadahpun misalnya saja sholat, kita sering tidak menyadari bahwa Allah melihat kita, sehingga anggota badan kita sholat tetapi pikiran kita malah jalan-jalan ke mall, atau ngerumpi sama tetangga atau malah nonton tivi…. Astaghfirulloh



Kalau setiap saat kita bisa (mau) menyadari bahwa Allah melihat kita, sungguh suatu nikmat yang sangat luar biasa. Coba misalnya kita mau berbuat maksiat , berbohong misalnya, terus tiba-tiba sadar bahwa Allah sedang melihat kita…. Kira-kira lanjutnya ga bohongnya ?

Menurut saya, kalau emang masih ada setitik keimanan dihati pasti kita akan menghentikan kebohongan kita dan pasti langsung cepat-cepat mebaca istighfar memohon ampunan pada Allah .
Demikian juga kalau akan melakukan kemaksiatan yang lain, pasti kita akan langsung menghentikannya begitu terlintas dalam pikiran kita bahwa Dia sedang melihat perbuatan kita.

Kemudian misalnya kita lagi bengong sendirian atau lagi melepas lelah duduk sendirian di kursi malas kemudian teringat bahwa Allah melihat kita, pasti kita akan malu sama Allah telah menyia-nyiakan waktu tanpa guna. Mungkin kita akan langsung ambil air wudhu kemudian sholat sunnah dua rekaat, atau kemudian membaca kalam-kalam Allah atau setidaknya tetap melanjutkan acara duduknya tapi sambil dibarengi dengan membaca sholawat atau dzikir yang lainnya sehingga waktu kita tidak terbuang dengan percuma.

Suatu ketika dalam keadaan lagi males melakukan kewajiban ibadah tiba-tiba ingatan kita disadarkan olehNya bahwa Dia sedang memperhatikan kita… Subhanallah pasti kita merasa malu sekali padaNya. Badan ini plus segala anggotanya dan ditambah kesehatannya adalah pemberianNya, kita tinggal make tanpa ditarik ongkos sedikitpun … eeeh tahu-tahu kita males membawanya untuk menghadap padaNya . Coba mau ditaruh dimana muka kita ini ? Ternyata kesadaran akan penglihatanNya pada kita akan menjadi dorongan tersendiri dalam setiap ibadah.
Sebagai contoh kita akan menyumbang pembangunan masjid 5000 rupiah, pas ngambil duit di dompet kita ingat bahwa Sang Pencipta sedang merhatiin kita, coba bukan lagi itu lima ribuan yang diambil. Mungkin ganti lima puluh ribuan atau mungkin bahkan seluruh isi dompet dikeluarin semuanya buat masjid.

Jika kesadaran ini timbul pada waktu sholat atau sesaat sebelum sholat, maka InsyAllah kita akan merasa seolah-olah kita sedang menghadapNya langsung dan menyampaikan segala sanjungan dan permohonan kita padaNya. Tiada yang lebih nikmat dari pada kita beribadah dan merasa bahwa Dia sedang melihat kita melakukan ibadah untukNya.



Coba bayangkan kalau sehari semalam selama 24 jam full, kita menyadari bahwa Allah melihat kita. Pasti kita tidak akan pernah melakukan maksiat dan pasti juga hari-hari kita akan terisi dengan berbagai macam amal ibadah. Sungguh suatu keagungan dan kesempurnaan ajaran islam bahwa nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita untuk selalu berdo’a sebelum dan sesudah beraktifitas, bahkan sampai mau ke kamar kecilpun diajarkan untuk berdo’a. Ini seolah mengajarkan pada kita untuk menyadari bahwa Allah selalu melihat segala perbuatan kita.

Setelah kita menyadari bahwa Dia melihat semua perbuatan kita, baik itu ibadah maupun maksiat maka kita akan meyakini bahwa perbuatan kita didunia ini tidak akan sia-sia belaka.
Coba mari kita lihat ayat Alqur’an dibawah ini:
Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.(QS At Taubah:105)
Wallohu A’lam bimurodihi

Kita disuruhNya bekerja dan pekerjaan tersebut dilihat oleh Allah nantinya pekerjaan tersebut akan diperiksa olehNya diakherat nanti. Kalau didunia kita masih bisa mengelak akan perbuatan jelek kita, maka nanti diakherat kita tidak akan bisa mengelak sedikitpun. Hakim yang mengadili kita adalah Allah Subhanahu Wata’ala sedangkan saksinya ialah para malaikat dan anggota badan kita sendiri. Dan nanti semua perbuatan kita didunia ini akan diperlihatkan kembali olehNya kepada kita. Kalau banyak amal ibadah kita , maka kita akan tersenyum gembira bersiap-siap menyambut surga yang telah dijanjikan olehNya tetapi sebaliknya kalau banyak perbuatan maksiat kita, maka kita akan menangis tersedu-sedu menyesali semua perbuatan itu dan mungkin kita akan memohon kepada Allah untuk dikembalikan kedunia ini. Tapi sayang waktunya sudah lewat ga ada kata kembali dan tinggallah penyesalan kita yang tiada berarti lagi… Na’udzu billahi min dzalik.

Wallohu ‘Alam bishowab


loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *