Tuesday, October 15, 2019

Berhati-hatilah Dengan Apa Yang Kamu Ucapkan

loading...

Jasa Landingpage MBC Course Kursus Landingpage

Sekilas terdengar biasa tapi bisa berbahaya …

1. Seorang wanita melahirkan, lalu saudara laki-lakinya bertanya saat berkunjung, “Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan?”…

“Tidak ada”, jawabnya pendek.

Saudara laki-lakinya berkata lagi, “Masa sih… Apa engkau tidak berharga di sisinya? Aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa.”



Siang itu…Ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk di rumah… Keduanya lalu terlibat pertengkaran…Sebulan kemudian…Antara suami istri ini terjadi perceraian. Darimana sumber masalah? Kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki-laki sang istri.

2. Saat arisan seorang ibu bertanya, “Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit? Bukankah anak-anakmu banyak?”

Rumah yang tadinya terasa lapang, sejak saat itu mulai di rasa sempit oleh penghuninya…

Ketenanganpun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank.




3. Seorang teman bertanya, “Berapa gajimu sebulan kerja di toko si fulan?”

Ia menjawab, “1 juta rupiah”…

“Cuma 1 juta rupiah… Sedikit sekali ia menghargai keringatmu… Apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu?”

loading...

Sejak saat itu ia jadi membenci pekerjaannya…Ia lalu meminta kenaikan gaji pada pemilik toko. Namun Pemilik toko menolak dan mem PHK nya. Kini ia malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran…



4. Seseorang bertanya pada kakek tua, “Berapakali anakmu mengunjungimu dalam sebulan?”

Si kakek menjawab, “Sebulan sekali”…

Yang bertanya menimpali, “Wah keterlaluan sekali anakanakmu itu. Di usia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering.”

Hati si kakek menjadi sempit, padahal tadinya ia amat rela terhadap anak-anaknya. Ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan serta kondisi badannya.


Apa sebenarnya keuntungan yang kita dapat ketika bertanya seperti pertanyaan-pertanyaan di atas?

Mengecilkan dunia mereka, menanamkan rasa tak rela pada yang mereka miliki, mengkritisi penghasilan dan keluarga mereka dst..




Kita akan menjadi agen kerusakan di muka bumi ini dengan cara ini. BIla ada bom yang meledak, cobalah instropeksi diri, bisa jadi kitalah yang menyalakan sumbunya.

Mari menjaga diri kita dari mencampuri kehidupan orang lain.

Salam kebajikan

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *