Home » Muhasabah » Celaan Dan Hinaan

Celaan Dan Hinaan

Mencela

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمُسْتَبَّانِ مَا قَالاَ فَعَلَى الْبَادِئِ مَا لَمْ يَعْتَدِ الْمَظْلُوْمُ

“Dua orang yang saling mencela maka dosanya ditanggung oleh yang pertama kali memulai. Selama orang yang terdzhalimi tidak melampaui batas…” (HR. Muslim: 2587)

Dicela

Kita tidak perlu membalas orang yang mencela kita, karena Nabi Muhammad SAW makhluk termulia ketika dicela juga tidak membalas. Dan itulah ajaran beliau.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيْكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيْهِ، فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ

“Apabila ada seseorang mencaci dan mencela dengan apa yang terdapat padamu, maka janganlah engkau membalas cela dengan mengumbar aib dirinya. Karena dosanya akan ia tanggung…” (Hasan, HR. Abu Dawud)

Manusia yang ikhlas maka dimatanya pujian dan celaan sama saja, yang penting adalah kedudukan disisi Allah.

Usahakanlah tidak keluar dari lisan kita kecuali sesuatu yang baik, menyejukkan dan mendatangkan ridho Allah.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *