Tuesday, September 24, 2019

Cerita Kelam Dibalik Hilangnya Kevin Aprilio Dari Peredaran Terseret Hutang 17 M

loading...

Jasa Landingpage MBC Course Kursus Landingpage

Beberapa hari ini social media dihebohkan dengan curhatan seorang Kevin Aprilio, putra musisi dan komposer kenamaan, Addie MS, yg baru bener-bener jadi bahan obrolan berita setelah 4 tahun menghilang

Pertama ia sempat nge twit, share di Instagram dan akhirnya sharing storynya lewat channelnya di YouTube

Alasan dia hilang dari peredaran adalah karena harus berjibaku dari tekanan hutang 17 M

Sempat terpikir juga untuk mengakhiri hidupnya, tapi untunglah ia masih bisa berpikir jernih dan bangkit.

Pas dia curhat itu posisinya semua urusan 17M sudah ia selesaikan dalam waktu 4 tahun.
Selebriti sekelas Kevin pun merasakan sesaknya dibawah tekanan hutang sebesar itu.
Bahkan sempat terbesit untuk mengakhiri hidupnya.

Bagaimana sampai akhirnya ia berhasil bangkit dan menuntaskan semua kewajibannya sebesar 17M, ini yg sangat menarik diulas.

Kita mungkin mikir dengan popularitasnya dia, nama besarnya dia dan nama orang tuanya, grup band yg dibentuknya, bisa terseret ke pusaran hutang sebesar itu.

Trading forex, iya semua duit itu lenyap disana

Artis kan sebenarnya enak, manggung dapat duit, main di TV dapat duit, produseri artis lain dapat duit, belum endores product, iklan dll

Mestinya ia memiliki multiple income stream yg bisa ia andalkan untuk mencukupi kesehariannya dengan layak.

Tapi manusia kan pasti punya impian, punya keinginan yg mungkin sulit dipenuhi dengan cara sebelumnya.

Gak ada harapan nih kalo gue masih gini-gini aja.

Bisa jadi apa yg dia impikan itu akan lama jika ia masih menjalankan proses yg ia jalani saat ini

Jadi artis itu kan profesi, jadi apa yg ia dapatkan berbanding lurus dengan apa yg ia kerjakan

Kalau ia kerja keras ya duitnya banyak, kalo males-malesan ya seret juga duitnya

Dan kelemahan dari artis itu identitasnya melekat pada individu itu

Gak bisa diwakilin, gak bisa di scale up… capeeek bos karena semua harus dilakukan sendiri

Misal Kevin manggung sama bandnya Viera. manggung dapat 100 juta.
Karena ingin dapat banyak akhirnya ia menduplikasi dirinya dari 10 orang dan bisa manggung 10 kota dalam semalam biar dapat 1 M.
Itu kelemahan profesi yg melekat hanya pada individu.

Tidak seperti bisnis, yg sukses di satu tempat bisa diduplikasi di cabang-cabang baru yg lain

Dan bangun bisnis itu juga gak gampang, memang kalo sudah jadi, sudah pada posisi scale up sih enak ngomong duplikasi

Tapi menuntun bisnis untuk menuju kesana itu juga gak mudah, proses yg panjang dan berdarah-darah juga. Apalagi kalo gak ada mentor

Dan trading forex adalah salah satu yg dilirik Kevin yang ia anggap metode yg paling efisien untuk menuju dreamnya

Bagi mayoritas orang forex itu dipersepsikan sebagai bisnis dengan resiko kegagalan yg sangat tinggi

Karena memang ceritanya yg gagal di bisnis itu jauh lebih banyak dibanding yg berhasil.

Tapi kalo mau obyektif, sebenarnya bisnis yg tersistem itu resiko nya meskipun tinggi, masih bisa dikendalikan dan diminimalkan.

Karena kuncinya ada di leverage nya, seberapa besar pengali yg Anda gunakan.
Ini yg bisa kita setting menurut kemampuan kita.

Berbeda dengan bisnis riil yg relatif lebih susah dikontrol resikonya.
Karena selain ada faktor market, kompetitor ada faktor internal bisnis kita sendiri, karyawan dan yg paling dominan sebenarnya adalah si PELAKU BISNIS itu sendiri.

Saya bisa membandingkan langsung keduanya karena Saya adalah mantan trader juga.
Iya mantan karena sudah tidak lama pegang dashboard trading lagi.

Trading itu nguntungin banget, bahkan lebih mudah diatur dan ditumbuhkan dari bisnis konvensional.
Iya mirip Anda main mobile legend, kalo Anda menang Anda dibayar.
Sama-sama pake strategi, sama-sama pake analisa.

Beda jauh sama pemikiran orang yg dipersikan kalo trading forex atau valas itu sama dengan judi karena untung-untungan.
Ini pendapat orang yg gak paham.
Karena mendengar dari orang yg gak paham pasar tapi nekad masuk dan semua duit ilang.

Dunia trading itu bisa berdampak sangat buruk karena menjauhkan Anda dari yang namanya bersyukur dan menumbuhkan penyakit yg namanya GREED atau serakah.

Berapapun nilai uang yg kita putar, entah 100 juta, 1 M atau 10 M sekalipun gak ada kontribusi signifikan pada perekonomian masyarakat. Kalau gak mau dibilang nol.

Gak ada perputaran uang, barang atau jasa secara riil.
Gak ada kebutuhan masyarakat yg tercukupi.
Gak ada penambahan tenaga kerja.
Karena semua cuma permainan angka.
Dan lebih kepada “zero sum game” dengan sekuritas sebagai mediator ditengah-tengah.

Beda sama saham yg bisa dijadikan solusi permodalan bagi pemilik usaha.
Tapi kalo saham cuma di trading-in bukan sebagai media investasi, ya sama aja.
Berkurang faedahnya.

Duly Sy fokus di trading komoditas emas, tapi cara kerjanya persis sama valas atau forex

Makanya Saya kurang lebih paham apa yg ada dipikiran Kevin

Bedanya kalo Kevin dari grup band Viera, kalo Saya dari grup band Samsons..

Eeeh..

Salah..

Bedanya kalo dia mencoba “escape” dari menjalani profesi keartisannya.. Kalo sy mencoba escape dari profesi karyawan dan entreprenuers

Dulu duit lebih yg Sy terima sebagai karyawan suka Sy tabung belanjakan beli bisnis UKM

Jika GREED ini muncul, maka sesorang sudah tidak rasional lagi dalam menakar resiko.

loading...

Apa yg Kevin Aprilio alami, yg Saya alami akar permasalahannya sama.. “greed” atau serakah, ingin cepat-cepat mendapatkan hasil besar.

Karena growth dengan modal sendiri terlalu kecil, maka terpikir menggunakan modal dari luar.

Bank tidak mungkin membiayai model bisnis seperti ini. Salah satu way outnya adalah investor.

Kevin punya belasan investor/ nasabah yg mempercayakan uangnya untuk diputarkan via forex.

Ketika Anda sudah menemukan pola, mencari profit 30% sebulan itu sangat mudah bagi trader.

Pada prinsipnya apapun bisnisnya sebabnya pebisnis gagal itu ada dua alasan.

Tak kunjung menemukan pola yg tepat dan habis uang untuk bereksperimen. Tidak cukup sabar dan kuat untuk bertahan

Atau gagal ketika sudah menemukan pola, pondasi yang tidak kuat saat melakukan scale up. Terlalu ambisius, perhitungan jadi tidak rasional. Pemikirinnya hanya profit dan profit terus.

Banyak pebisnis yg sukses ketika skalanya masih kecil, ketika buka cabang dimana-mana malah akhirnya banyak yg tutup sampai akhirnya collapse dan menanggung hutang yang besar.

Dalam videonya Kevin mengakui kalo ia salah karena terburu-buru dan mengambil cara-cara pintas yg beresiko sangat tinggi

Kalau temen-temen nyimak videonya Bro Sunil Tolani yg diwawancara Ci Christina Lie, action yg membuat dia merugi banyak adalah saat too greedy men-scaleup trading Tamagochi nya

Meleverage dengan kekuatan kredit dari bank dan akhirnya terimbas badai krismon

Dan akhirnya collapse juga

Warren Buffet, investor terkaya didunia pernah menyampaikan insights yg makjlebb banget

“If you cannot control your emotions, you cannot control your money”

Quote ini Saya rasakan banget dampaknya

Gara-gara emosi, too greedy, banyak pebisnis malah kehilangan segalanya

Kata Warren Buffet ada 3 hal penting yg membuat seseorang bisa sukses secara finansial

MIND – Sikap mentalitas dan attitude orang tersebut. Kemampuan orang tersebut mengendalikan emosi. Emosi seringkali membuat keadaan yg buruk akan menjadi semakin buruk

MONEY – Finansial literacy, kemampuan memahami bagaimana seni mengelola uang. Karena tidaklah cukup kita hanya belajar bagaimana mencari uang, tapi yg lebih penting adalah money management atau kemampuan kita mengelolanya.

Singkatnya percuma pemasukan gede, tapi pengeluaran juga gede, gak bisa saving apalagi multiply dengan aset-aset

Yang terakhir adalah METHOD – Bagaimana menemukan metode yg efektif untuk generate income, bahkan miltiple stream of income

Jujur saja Saya pun seperti newbie pada umumnya mengawalinya dengan METHOD dulu

Tidak memulainya dengan MIND dan mengikutinya dengan MONEY

Akibatnya mental dan attitude terhadap uang tidak terbentuk

Padahal MIND itu lah pondasinya

Dengan MIND yg benar kita akan bisa setia pada proses

Lebih sabar dan telaten menjalani setiap proses

Salah satu ciri sebagai entreprenuers Anda sudah memiliki MIND yg benar adalah kemampuan mendisan dan mempercayai HOPE atau harapan

Mempunyai HOPE itu membuat Anda mampu bersabar dan bertahan menjalani proses

Sama sekali tidak tergoda untuk mencari jalan pintas, karena ada satu keyakinan, jika Anda menjalani proses dengan benar, maka Anda akan sampai pada tujuan yg sudah Anda tetapkan

Orang yg memiliki HOPE ketika berada di bawah akan memiliki determinasi tinggi untuk bersabar menemukan pola.

Orang yg memiliki HOPE juga tidak akan gegabah ekspansi secara agresif ketika menemukan pola sangat cepat. Tetap terkontrol dan tidak rakus.

Tapi Kebanyakan seminar motivasi itu mengajarkan pebisnis menginjak pedal gas dengan kuat.
Gimana scale up dengan cepat.

Tidak banyak yang mengajarkan tentang bagaimana untuk bisa mengendalikan diri.
Bisa menenangkan diri saat tak kunjung menemukan pola. Dan bisa mengendalikan diri saat menemukan pola terlampau cepat.

Setahu Saya satu-satunya seminar yg bicara masalah HOPE cuma seminarnya Mas Andra Donatta.

Saya dua kali hadir di seminarnya beliau.
Pertama saat Saya di Surabaya, kedua pas di Sentul Bogor di tenda Klub Inovator Bisnis.

Beliau sangat detail menggambarkan bagaimana kondisi mental pas seseorang terpuruk.

Bahasannya persis menceritakan kondisi mental dan emosi Saya ketika terjatuh dulu gara-gara scale up terlalu agresif.

Coba Saya ketemu Mas Andra pas awal-awal bisnis.
Temen-temen coba deh hadir di salah satu seminarnya Mas Andra.
Asli recommended banget.
Follow aja akun beliau, cari jadwal seminar terdekat dan bersiaplah menerima tamparan ter makjlebb.

Inti dari tulisan Saya ini adalah bisnis itu gak hanya tentang bagaimana nginjak pedal gas.
Tapi pelajari seni mengendalikan diri, bagaimana mengurangi gas dan bahkan menginjak rem.

Kecelakaan terfatal saat bisnis itu bukan saat merintis dan gagal.
Tapi lebih tragis dan mematikan saat Anda lari kencang agresif tak terkendali.

Anda harus selalu menggemggam dan setia dengan HOPE Anda.
Entah saat Anda sedang dibawah atau bahkan diatas angin.

Tulisan ini hanya sebagai pengingat dan pelajaran dari apa yg seorang Kevin Aprilio alami, apa yg pernah Saya alami dan mungkin teman-teman pebisnis semua alami.

Semoga bermanfaat

Salam Nginbound
Sam Ipoel

Source: Sam Ipoel

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *