Home » Berita » Doa Minta Keselamatan di Hari Kiamat dan Lafal Doa Nabi Muhammad Berlindung Dari Fitnah Dajjal

Doa Minta Keselamatan di Hari Kiamat dan Lafal Doa Nabi Muhammad Berlindung Dari Fitnah Dajjal

Doa Minta Keselamatan di Hari Kiamat dan Lafal Doa Nabi Muhammad Berlindung Dari Fitnah Dajjal

Doa Minta Keselamatan di Hari Kiamat dan Ajaran Nabi Muhammad Untuk Berlindung Dari Fitnah Dajjal

Percaya pada hari kiamat merupakan satu diantara rukun Iman, umat muslim hendaknya memanjatkan Doa mohon keselamatan pada hari kiamat.

Iman kepada hari kiamat atau hari akhir yakni Mengimani tanda-tanda hari kiamat.

Mengimani hari kebangkitan di padang mahsyar hingga berakhir di Surga atau Neraka.

Kiamat atau akhir dunia menurut janji Allah SWT dipastikan akan terjadi.

Hasil penelitian para ahli, akhir dunia diperkirakan gejalanya telah terjadi.

Para ahli menyebutkan tanpa disadari tanda-tanda kiamat sedang berjalan, hanya manusia tak banyak yang menyadarinya.

Kiamat menurut kepercayaan umat Islam ditandai dengan munculnya dajjal.

Tatkala kemunculannya nanti, Dajjal menyebarkan fitnah hingga membuat manusia tersesat.

Umat manusia akan kesulitan membedakan mana yang benar dan patut menjadi pegangan dengan mana yang salah.

Dahsyatnya fitnah Dajjal hampir tidak bisa ditangkal.

22022018_dajjal

22022018_dajjal ()

Tetapi, Rasulullah mengajarkan sebuah doa kepada umat Islam untuk berlindung dari fitnah Dajjal ini.

Abu Hurairah RA mengingatkan umat Islam agar membaca doa ini di penghujung sholat, yaitu saat tasyahud akhir sebelum salam.

Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari adzab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal.”

Sementara itu untuk Doa keselamatan pada hari kiamat

Berikut lafal doa tersebut:

” Rabbanaaghfirlii wa li waalidayya walil mu’miniina yauma yaquumul hisaab.”

Artinya:

” Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakannya perhitungan (hari kiamat).”

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

Tribunjambi.com mengutip dari tebuireng online, Menurut Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari tanda-tanda dekatnya hari kiamat banyak sekali.

Berikut adalah ulasannya:

Tidak adanya orang yang membantu dan menolong (urusan) agama.

Hal itu merupakan (makna) sabda Nabi Muhammad SAW:
يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

“Akan datang kepada manusia suatu masa di mana orang yang sabar di antara mereka terhadap agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api.” (HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik ra).

Ada banyak ahli ibadah yang bodoh dan ahli baca Al Quran yang fasik

Tanda tersebut terdapat dalam hadis:

يَكُوْنُ فِيْ آخِرِ الزَّمَانِ عِبَادٌ جُهَّالٌ وَقُرَّاءٌ فسقة

“Pada akhir zaman kelak akan ada banyak ahli ibadah yang bodoh dan ahli qiroat (pembaca Al-Qur’an) yang fasik. (diriwayatkan dari Anas ra oleh Abu Nuaim dalam Hilyatul Auliyaa dan juga Al-Hakim dalam Al-Mustadrak)

Berbangga Dalam Urusan Masjid

Tanda lainnya ialah:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَبَاهَى النَّاسُ فِى الْمَسَاجِدِ

“Hari kiamat tidak akan terjadi sampai manusia saling berbangga dalam urusan masjid.” (diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya dan Abu Daud dalam Sunan-nya dari Anas ra)

Terputusnya silaturahmi

Tanda berikutnya adalah terputusnya tali persaudaraan, orang yang amanah dianggap khianat dan orang yang khianat dianggap amanah.

Ini diriwayatkan oleh ath Thabrani dari Anas bin Malik ra juga.

Bertambah besarnya hilal

Tanda lainnya, bertambah besarnya hilal dan bisa dilihat sejak awal, yakni pada saat kemunculannya, sehingga dikatakan bahwa hilal itu untuk malam kedua.

Ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari Ibnu Mas’ud ra.

Wafatnya para orang salih satu-persatu

Tanda lainnya adalah orang-orang yang salih pergi (wafat) satu demi satu dan tinggallah orang-orang jelata laksana ampas gandum atau kurma.

Ini diriwayatkan oleh Ahmad dan Al-Bukhari.

Tidak adanya orang yang zuhud dan wirai

Seperti dalam hadis

لا تقوم الساعة حتى يكون الزهد رواية والورع تصنعا

“Hari kiamat tidak akan terjadi sampai zuhud menjadi cerita dan wira’i menjadi sesuatu yang dibuat-buat”. (diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyaa)

Anak menjadi pemicu kemarahan

Tanda selanjutnya adalah anak menjadi pemicu kemarahan, hujan terasa panas, dan hari berlimpah ruah. Ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari Ibnu Mas’ud ra.

Pemimpin yang munafik dan fasik

Tanda berikutnya adalah hari kiamat tidak akan terjadi sampai tiap-tiap kabilah dipimpin oleh orang-orang munafiknya, orang yang paling rendah menjadi pemimpin kaum, dan kabilah dipimpin oleh orang-orang fasiknya.

Ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari Ibnu Mas’ud ra dan At-Tirmidzi dari Abu Hurairah ra.

Penuh perhiasan tapi hati kosong

Tanda berikutnya yaitu mihrab-mihrab dihiasi dengan ornamen-ornamen yang indah dan hati dibiarkan kosong.

Ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari Ibnu Mas’ud ra.

Dalam kitab al-Mustadrak ala as-Sahihain karya Muhammad bin Abdullah Abu Abdillah al-Hakim an-Naisaburi terdapat teks hadis lengkapnya:

و الذي نفس محمد بيده لا تقوم الساعة حتى يظهر الفحش و التفحش و قطيعة الرحم و سوء المجاورة و يخون الأمين و يؤتمن الخائن و مثل المؤمن كمثل النحلة أكلت طيبا و وضعت طيبا و وقعت طيبا فلم تفسد و لم تكسر و مثل العبد المؤمن مثل القطعة الجيدة من الذهب نفخ عليها فخرجت طيبة و وزنت فلم تنقص….

*Disarikan dari Kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah karya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.

Facebook Comments
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *