Home » Wanita » Keutamaan Wudhu untuk Wanita

Keutamaan Wudhu untuk Wanita

Keutamaan Wudhu untuk Wanita

Sahabat Ummi, Islam sangat mencintai kebersihan, salah satu buktinya adalah kewajiban berwudhu saat akan melaksanakan shalat, thawaf di Baitullah dan menyentuh mushaf Al Qur’an. Apalagi untuk kaum wanita yang mempunyai keistimewaan dalam organ tubuhnya dibanding laki-laki.

Karena Allah telah rekontruksi tubuh wanita yang bisa haid, nifas, istihadhah dan lain sebagainya yang bisa menjadi najis, dan jika akan mengerjakan ibadah itu harus suci dan berwudhu.

Allah berfirman, artinya, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki…” (QS. al-Maaidah: 6)

Rasulullah bersabda  kepada ‘Aisyah (tentang wanita haidh),

“Kerjakanlah seperti yang dikerjakan oleh orang yang mengerjakan haji kecuali berthawaf di Baitullah hingga kamu bersuci.” (Mutaffaq ‘alaihi)

Dalam hadits yang lain Rasulullah bersabda, “Tidak boleh menyentuh al-Qur’an kecuali orang yang suci.” (HR. al-Hakim)

Para wanita, jika tahu luarbiasanya berwudhu itu tentu tak akan tak abai dengan itu, karena ternyata jika mengetahui keutamaannya, maka kita akan selalu menggantung wudhu (selalu dalam keadaan berwudhu dalam setiap kesempatan) karena:

  • Merupakan tanda jika orang yang berwudhu itu adalah umat Muhammad saat dipanggil pada  di hari kiamat kelak.

Rasulullah bersabda dalam hadits Abu Hurairah, “Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari Kiamat dengan bertanda bulatan putih (pada dahinya) dan belang putih (pada kakinya) bekas wudhu.” (Mutafaq ‘alaih)

  • Mendapat ampunan Allah atas dosanya yang telah lalu, jika berwudhu yang benar sesuai apa yang di contohkan Rasulullah.
    Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Utsman, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini lalu dia mengerjakan shalat dua rakaat, yang pada keduanya dia tidak berbicara pada dirinya sendiri, niscaya Allah akan memberikan ampunan kepadanya atas dosa-dosa yang telah lalu.” (Mutafaq ‘Alaihi)
  • Akan menjadi Kafarat (penebus) dosa yang lalu, dengan catatan tidak melakukan dosa besar. Hal ini seperti sabda Rasulullah,
    “Tidaklah seorang Muslim yang telah tiba waktu shalat wajib, lalu dia menyempurnakan wudhu, kekhusyuan, dan rukuknya, melainkan itu akan menjadi kafarat (penebus) bagi dosa-dosa yang telah lalu, selama dia tidak melakukan dosa besar. Dan itu berlaku selamanya.” (HR. Muslim)
  • Janjikan masuk surga
    Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang Muslim berwudhu lalu dia menyempurnakan wudhunya kemudian mengerjakan shalat dua rakaat dengan hati yang khusyu dan wajah yang khudu (tunduk), melainkan telah diwajibkan baginya Surga.” (HR. Muslim)
  • Dapat meninggkan derajat seseorang

Rasulullah bersabda, “Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa dan meninggikan derajat.” Para sahabat menjawab, “Mau ya Rasulullah.” Beliau bersabda, “Yaitu menyempurnakan wudhu pada saat yang tidak disukai (menyulitkan), banyak melangkah ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat. Itulah ar-ribath (perjuangan), dan itulah ar-ribath.” (HR. Muslim)

Jika wudhu memang bisa meninggikan derajat dan bisa membuat sahabat Ummi masuk surga, maka tunggu apalagi, ambil air  dan berwudhulah, insyaAllah cantik lahir batik, dunia dan akherat.

Referensi:

– Candra Nila Murti Dewojati, 202 Tanya Jawab Fikih Wanita, Al Maghfirah, 2013

Foto ilustrasi: google

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *