Home » Berita » Kisah Aktor Tajir Chow Yun Fat, Harta Rp 10,8 Triliun, Kekayaan Disumbang untuk Amal jika Meninggal

Kisah Aktor Tajir Chow Yun Fat, Harta Rp 10,8 Triliun, Kekayaan Disumbang untuk Amal jika Meninggal

Jika Anda membayangkan seorang bintang film akan hidup dengan kemewahan, kerap berpesta, glamor, membanggakan kendaraan dan pakaian bermerek, hal itu tidak akan Anda temui pada aktor laga Chow Yun Fat.

Aktor Hong Kong dan Hollywood papan atas, Chow Yun Fat, tentu semua orang sudah yakin bahwa kekayaannya tajir-melintir.

Puluhan tahun berkiprah di dunia perfilman, kekayaan Chow Yun Fat diperkirakan sekitar HK$ 5,6 miliar atau sekitar Rp 10,8 triliun.

Bahkan, pada tahun 2015 lalu, Forbes memasukkan nama Chow Yun Fat sebagai satu dari 10 aktor dengan bayaran termahal dan sejajar dengan Russel Crowe atau Leonardo Dicaprio.

Sebuah pengakuan baru yang dilontarkan Chow Yun Fat cukup membuat heboh, ia akan menyumbangkan seluruh kekayaannya untuk amal jika meninggal dunia nanti.

Chow Yun Fat yang saat ini berusia 63 tahun mengatakan bahwa kekayaan itu tidak akan bisa dibawanya mati sehingga akan lebih baik digunakan untuk orang-orang yang membutuhkannya.

Meskipun banyak orang-orang kaya di dunia yang dermawan, tetapi akan sangat berbeda dengan seorang bintang film seperti Chow.

Gaya hidupnya selama ini terkenal hemat –bahkan sangat miskin, termasuk jika dibanding seorang buruh kasar.

Dilansir TribunBatam.id dari Orniental Daily, biaya rutin Chow Yun Fat sebulan hanya sekitar HK$ 800 dolar atau sekitar Rp 1,6 juta.

Hal ini diungkapkan sendiri oleh istrinya, Jasmine Tan, wanita asal Singapore yang dinikahinya sejak tahun 1987.

Jasmine mengungkapkan bahwa Chow suka makan makanan jalanan di pinggir jalan dan sering berpakaian lusuh dan tua.

Sehari-harinya, Chow juga berpergian di Hong Kong menggunakan angkutan umum dan kendaraan hanya dipakai untuk acara-acara tertentu saja.

Bahkan, saking hematnya Chow, ia masih terus menggunakan ponsel Nokia flip selama 17 tahun dan baru pindah ke smartphone setelah ponsel itu rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi.

Chow mengatakan, gaya hidupnya itu tidak dibuat-buat karena ia memang merasakan kebahagiaan dan kegembiraan sebagai orang kebanyakan.

Sering terlihat bepergian dengan transportasi umum mengenakan pakaian tua, Chow mengatakan bahwa “Pakaian bukanlah sesuatu untuk pamer.  Pakaian itu adalah kenyamanan dan itu kebahagiaan yang tak ternilai,” katanya.

Cho Yun Fat adalah satu dari sedikit aktor Hong Kong –yang biasanya terkenal sebagai aktor laga– bisa menembus Hollywood dengan bayaran selangit.

Selain film silat Hong Kong, Chow Yun Fat juga dikenal dalam perfilman barat dalam sejumlah film yang diperankannya, seperti film gangster klasik “A Better Tomorrow” dan film peraih Oscar The Pirates of Carribean.

Salah satu film Hong Kong yang menjadi best seller dunia adalah film silat klasik Crouching Yiger, Hidden Dragon yang mencetak rekor penjualan tertinggi dari seluruh produksi film Hong Kong.

Alasannya lain melakukan hal itu untuk menjaga perasaan para penggemarnya karena orang-orang yang mencintainya banyak dari kalangan kelas menengah ke bawah.

Berbeda dengan patra sosialitas dan crazy Asian –julukan orang-orang kaya Asia– yang banyak di Hong Kong, Chow justru hidup dengan cara yang sebaliknya.

Ia bahkan dijuluki “Brother Fat” di Hong Kong, karena sikap sederhananya itu.

“Uang ini bukan sesuatu yang Anda miliki selamanya. Ketika Anda pergi suatu hari, Anda harus menyerahkannya kepada orang lain untuk menggunakannya,” katanya kepada Munhwa Broadcasting Corporation (MBC) Korea Selatan dalam sebuah wawancara yang disiarkan pekan lalu, seperti dilansir AsiaOne.com.

“Anda tidak dapat membawa uang di rekening bank Anda setelah meninggal,” katanya, sambil menambahkan bahwa istrinya sangat mendukung keputusannya untuk menyumbangkan seluruh kekayaannya setelah meninggal dunia.

Hong Kong yang kotanya dikenal kapitalis sangat timpang dibanfdingkan kota-kota China, kala itu, kendati saat ini sudah muncul kota-kota industri baru seperti Shanghai, Shenzen dan Guang Zhou.

Pulau Lamma, Hong Kong, kampung nelayan tempat kelahiran Chow Yun Fat
Pulau Lamma, Hong Kong, kampung nelayan tempat kelahiran Chow Yun Fat (Flickr@das farbamt)

Di satu sisi, sebagian besar rakyat Hong Kong tinggal di rumah-rumah yang sempit karena tingginya biaya hidup, tretapi di sisi lainnya, kota itu juga tak kurang dengan para sosialita yang hidup di tengah kemewahan.

Media lokal memberikan perkiraan kekayaannya yang sangat beragam, tetapi mengatakan bahwa kekayaan itu tak pernah terlihat pada Chow.

Chow mengatakan, dia sendiri tidak tahu berapa nilai kekayaannya karena tidak pernah menghitung dan tidak mempedulikannya.


Chow Yun Fat merayakan ulang tahun ke 62 bersama istri. (Oriental Daily)

Dalam wawancaranya dengan MBC, Chow menceritakan, ia berasal dari Pulau Lamma yang dulunya merupakan desa nelayan tradisional.

Chow kecil yang juga seorang anak nelayan miskin, sangat senang membahas kegembiraan makan sederhana di waktu miskin dulu.

Ingin tahu makanan favoritnya? Ternyata hanya sayur lobak China dan nasi.

“Saya senang jika ada makanan untuk dimakan, karena saat itu kami sangat miskin. Saya akan sangat senang meskipun hanya ada ubi dan lobak, dan sangat bahagia jika ada ayam dan daging selama tahun baru,” katanya.

Kisah Aktor Tajir Chow Yun Fat, Harta Rp 10,8 Triliun, Kekayaan Disumbang untuk Amal jika Meninggal

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *