Tuesday, September 24, 2019

LUPA NIKMAT, SEDIKIT SEKALI BERSYUKUR

loading...

Jasa Landingpage MBC Course Kursus Landingpage


Nikmat-nikmat itu membutuhkkan rasa syukur. Menurut para ulama, pada dasarnya ibadah itu tidak akan seimbang dengan jumlah nikmat-nikmat itu.



Datanglah seorang lelaki yang miskin untuk tidur dan berkata, “Wahai Tuhanku, Engkau membuatku miskin sementara Engkau memperkaya si Fulan dan Engkau mencabut rezeki dariku sementara Engkau menganugerahkannya kepada si Fulan”.

Si miskin ini sebenarnya seorang yang beriman, tetapi dia melihat harta benda, emas dan perak disekelilingnya, sehingga hampir saja hatinya tergelincir.

Dalam mimpinya dia melihat seorang lelaki yang saleh dan berkata kepadanya, ” Wahai Fulan, maukah kamu menjual penglihatanmu kepadaku dengan harga seratus ribu dinar?” Lelaki miskin itu menjawab, “Tidak”.

Lelaki yang saleh itu bertanya lagi,” Maukah kamu menjual pendengaranmu kepadaku dengan harga seratus ribu dinar?”. Lelaki miskin itu menjawab, “Tidak”. Dia bertanya lagi,”Kamu mau menjual tanganmu kepadaku seharga seratus ribu dinar?” Lelaki miskin itu menjawab, “Tidak”.

loading...

Dia bertanya lagi,” Kamu mau menjual kaki dan tanganmu kepadaku seharga seratus ribu dinar?” Lelaki miskin itu menjawab, “Tidak”. Dia pun mulai menghitung-hitung harga anggota tubuhnya satu demi satu.



Lelaki saleh itu berkata,”Maha Suci Allah! Sesungguhnya kamu memiliki ratusan ribu dinar, tetapi kamu tidak mensyukurinya, lalu kamu masih mengharapkan,”Semoga Allah memberikan rezeki kepadamu”.

Maka dia pun tersadar dari tidurnya dengan menangis dan berkata,” Untuk-Mu segala puji wahai Tuhanku”.

Jika kamu bersyukur, niscaya Allah akan menambah ….

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *