Home » Artikel » Melakukan Perubahan Radikal Secara Spiritual

Melakukan Perubahan Radikal Secara Spiritual


“Dulu, boleh jadi ia banyak bertanya pada saya. Kini, saya jujur mengatakan bahwa saya berguru padanya.”

Saya tidak begitu mengenalnya. Tapi, ia pernah sekelas dengan saya saat nyantri di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Jawa Barat. Wajahnya manis, ganteng dan kalau berbicara cukup cepat. Seingat saya, dia tak terlalu menonjol di kelas. Hal itu diakuinya sendiri. “Saya adalah murid yang paling bodoh,” ujarnya merendah suatu kali.



Namun, ada satu hal yang sangat menonjol darinya saat itu, dia pandai menyukur rambut. Hasil potongannya tidak kalah dengan tukang cukur rambut profesional. Model apapun bisa dibuat olehnya. Karena itu, saat nyantri dulu, banyak teman-teman yang motong rambutnya ke dia, termasuk saya sendiri.

Selain itu, tidak banyak memori yang saya ingat tentangnya. Entahlah teman-teman yang lain! Ketika lulus dari sekolah tahun 1997 dan kami melanjutkan kuliah ke kampus masing-masing, saya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan ia ke UIN Bandung, kami tidak pernah bertemu lagi.

Hingga pertemanan kami lewat group BBM mulai dibentuk. Dari situlah satu persatu kawan-kawan lama dari satu sekolah saat jadi santri di Ponpes Darussalam bermunculan. Salah satunya adalah Yudi Faisal ini.

Kembali menyapa lewat BBM setelah 18 tahun membuat saya cukup antusias. Saya lihat profil BBM-nya, ia mengenakan jas dan berdasi. Sempat bertanya dalam hati saya, “Wah foto sedang apa dia? Apa pekerjaan dia sekarang?” Saya belum bertanya lebih jauh soal pekerjaannya hingga muncul pesan singkat di BBM-nya, “Mau ngisi tabligh akbar di Magelang.”

Saya pun tertarik dengan pesan itu. “Wah hebat juga si Yudi ini, sudah jadi ustadz sekarang!” bisik saya dalam hati.

Facebook Comments
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *