Home » Wisata Hati » Saat Susah

Saat Susah

Dulu, ketika shalat malam, misalnya. Lalu hujan. Dan kemudian bocor. Persis di sajadah. Umumnya orang pindah. Bergeser. Pindah supaya sajadah ga kebocoran. Tapi saya memilih berbeda. Justru kesempatan memperlihatkan kepada Yang Maha Melihat. “Nih, Ya Allah. Aku shalat dalam keadaan rumahku bocor.” Ya Allah, saya berusaha memilih menikmati suasana itu.

Romantisme ibadah pada saat susah, sama menyenangkan dengan saat sujud kala senang dan hati berbunga. Saya bayangkan Allah melihat. Dan pastinya Allah tentu saja melihat. Kebayanglah sama saya, bahwa Allah mudah-mudahan melihat kesungguhan ini.

Shalat dalam keadaan rumah bocor, dan mengenai sajadah. Apalagi saat sujud yang kemudian persis mengenai kepala. Susah shalat malam buat keluar air mata. Dalam suasana begitu, berlinang air membasahi wajah. Ketesan air hujan, he he he…

Tapi sungguh, saat ga bergeser, saat itulah hati begitu tersayat. Sedih. Pengeeeeeennn banget punya rumah yang ga takut hujan.

Saya menyarankan mereka yang bocor rumahnya, biarkan ga usah ditampung itu bocor. InsyaAllah jadi BANJIR dah tuh, he he he. Ga lah. Bercanda. Belom tentu saudara begitu kuat mengendalikan hati. Dengan menemukan kebahagiaan saat bersedih. Silahkan tampung.

Namun saat air bocor itu jatuh ke bak atau ember penampungan, lihatlah ketesan air itu. Dan berdoalah. Bilang sama Allah, rumah begini aja ga mengeluh. Tetap bersyukur. Yakinkan Allah, apalagi dikasih rumah yang bagusan dan ga bocor. InsyaAllah ga akan terlelap keenakan sampe lupa tahajjud.

Mereka-mereka yang bisa berdamai dengan Pemilik Kesusahan, insyaAllah akan damai hatinya. Hingga Allah pun “malu” bila tetep membiarkan susah.

Cukup dulu ya… Selamat berdamai dengan kesusahan.

Di saat saudara harus minggir-minggirin barang agar bisa shalat malam, lantaran sempit, nikmati keadaan itu. DIA lagi melihat kita.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *