Tuesday, October 15, 2019

Ternyata, Aku Masih Kurang Bersyukur …

loading...

Jasa Landingpage MBC Course Kursus Landingpage




Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat,
Rupanya dia menutup kekurangannya tanpa perlu berkeluh kesah…

Aku melihat hidup teman-teman ku tak ada duka dan kepedihan,
Rupanya dia pandai menutup dukanya dengan bersyukur dan redha…

Aku melihat hidup saudara ku tenang tanpa ujian,
Rupanya dia begitu menikmati badai hujan dlm kehidupannya…

Aku melihat hidup sahabat ku begitu sempurna,
Rupanya dia berbahagia dengan apa yang dia ada…

Aku melihat hidup jiran tetangga ku sangat beruntung,
Ternyata dia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung…

Setiap hari aku belajar memahami dan mengamati setiap hidup orang yang aku temui…
Ternyata aku yang kurang mensyukuri nikmat Allah…

loading...

Bahwa di satu sudut dunia lain masih ada yang belum beruntung memiliki apa yang aku ada saat ini…
Dan satu hal yang aku ketahui, bahawa Allah tak pernah mengurangkan ketetapan-Nya…
Hanya akulah yang masih saja mengkufuri nikmat suratan takdir Ilahi…



Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rezeki orang lain…
Mungkin aku tak tahu di mana rezeki ku… Tapi rezeki ku tahu di mana diri ku berada…
Dari lautan biru, bumi dan gunung, Allah telah memerintahkannya menuju kepada ku…
Allah menjamin rezeki ku, sejak 4 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibu ku…
Amatlah keliru bila bertawakkal rezeki dimaknai dari hasil bekerja…
Kerana bekerja adalah ibadah, sedang rezeki itu urusan-Nya…

Melalaikan kebenaran dan gelisah dengan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda…
Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati…
Mereka lupa bahawa hakikat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya…
Rezeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, Allah menaruh sekehendak-Nya…
Siti Hajar berulang alik dari Safa ke Marwah, tapi air Zam-zam muncul dari kaki anaknya, Ismail…
Ikhtiar itu perbuatan…
Rezeki itu kejutan…

Dan yang tidak boleh dilupakan, setiap hakikat rezeki akan ditanya kelak, “Dari mana dan digunakan untuk apa”…
Kerana rezeki hanyalah “hak pakai”, bukan “hak milik”…
Halalnya dihisab dan haramnya diazab…
Maka, aku tidak boleh merasa iri pada rezeki orang lain…
Naauzubillah…

Sentiasalah kita mensyukuri nikmat Allah, apa yang kita harapkan kita tak dapat, bukan sebab Allah tak dengar rintihan kita. tapi Allah akan beri tepat pada masanya, atau mungkin ianya tidak memberi kebaikan kepada kita, atau Allah akan beri yang lebih baik…


loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *